200 Petinju Amatir dari 11 Provinsi Saling Jajal Kekuatan di Makassar

JawaPos.com – Ratusan petinju dari 11 provinsi di Indonesia bakal adu kekuatan dalam Kejuaraan Tinju Wali Kota Cup Makassar II. Dijadwalkan, kejuaraan akan berlangsung pada 12 hingga 16 Feberuari 2019 mendatang, di arena Indoor, Balai Prajurit M Jusuf, Kota Makassar.

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Muhammad Tawing mengatakan, kejuaraan bakal diikuti setidaknya 200 peserta. “Wali Kota Cup yang mengundang peserta dari luar provinsi baru di tahun ini kita laksanakan kembali seperti itu. Kami optimistis bisa mempersembahkan yang terbaik melalui kejuaraan ini,” kata Tawing dalam keterangan resminya, Sabtu (26/1).

Kejuaraan yang digelar Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pengprov Pertina) Sulsel tahun 2019 ini merupakan edisi yang kedua. Setelah yang pertama, digelar pada tahun 2017 lalu di arena terbuka Pantai Losari Makassar.

Selain Sulsel, kontingen lain berasal dari Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Bali. Selain luar provinsi, panitia juga mengundang Pengurus Kota dan Pengurus Kabupaten Pertina se-Sulsel untuk ambil bagian.

Sejauh ini sudah ada 117 petinju yang telah mendaftarkan diri. Elyas Pical didatangkan untuk memotivasi peserta serta menggelar coaching clinic. “Sementara kita menunggu konfirmasi kontingen Nusa Tenggara Timur (NTT), karena kita telat mengirim undangan,” jelas Tawing.

Tawing menerangkan, kejuaraan ini mempertandingkan 20 kelas berdasarkan bobot badan. Kelas terbagi dalam tiga kategori besar, masing-masing delapan kelas Elite Man, enam kelas Elite Woman, dan enam kelas Youth Boys.

“Panitia menyediakan waktu selama lima hari untuk menyelesaikan seluruh pertandingan, dengan perkiraan peserta mendekati 300 petinju. Sebab sebagai perbandingan, kejuaraan pertama digelar empat hari dengan 202 peserta,” terangnya.

Tawing menyatakan, seluruh biaya akomodasi hingga transportasi selama di Makassar, akan ditanggung oleh panitia. Ketua Pengprov Pertina Sulsel, Adi Rasyid Ali mengaku bangga dengan adanya kejuaraan ini.

“Kejuaraan kali ini menggunakan sistem perhitungan skor dengan alat digital. Alat digital khusus didatangkan dari Malaysia, sebab belum banyak beredar di Indonesia. Perangkat, beserta operatornya akan tiba satu hari sebelum kejuaran dimulai,” tuturnya.

Kejuaraan ini diharapkan Adi, ke depan bisa menjadi cerminan sekaligus motivasi untuk membangkitkan gairah bibit-bibit petinju seluruh Indonesia yang dilaksanakan pihaknya. “Kita betul-betul berharap kejuaraan tinju ini menjadi pilot project bagi seluruh pertandingan yang dilaksanakan Pertina di seluruh Indonesia,” pungkas Adi.

Editor           : Bagusthira Evan Pratama
Reporter      : Sahrul Ramadan