Kenali Kelainan Jantung Bawaan, Terutama Sejak Anak Lahir

JawaPos.com – Banyak orang tua tidak mengerti gejala Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada anak. Padahal, penyakit ini muncul sejak anak masih dalam kandungan. Akibatnya mengganggu kemampuan jantung untuk memompa darah dan penyaluran oksigen ke seluruh tubuh.

Wakil Sekretaris Jendral 1 Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) yang kini didapuk sebagai Wakil Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) bidang Medis, dr. BRM. Ario Soeryo Kuncoro, SpJP(K), FIHA, FAsCC menjelaskan fakta bahwa banyak kasus kelainan jantung bawaan yang tidak terdeteksi sejak dini dan tertangani dengan baik dari awal. Banyak faktor yang mendasari
hal ini diantaranya kurang pahamnya masyarakat untuk mengenali gejalanya.

“Dan tercatat masih banyaknya jumlah anak-anak yang terlahir dengan kelainan jantung bawaan,” katanya baru-baru ini.

hari jantung sedunia, penyakit jantung, cegah penyakit jantung, kelainan jantung,Wakil Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) bidang Medis, dr. BRM. Ario Soeryo Kuncoro, SpJP(K), FIHA, FAsCC saat berbicara tentang Hari Jantung Sedunia. (YJI)

Dalam menyambut Hari Jantung Sedunia, dr Ario menjelaskan sudah saatnya kita menyayangi, menjaga kesehatan jantung sendiri dan mereka yang Anda sayangi. Orang tua harus mengenali gejala PJB pada anaknya.

Misalnya pasien datang membiru termasuk mulut atau lidah. Kadang-kadang biru sekali sampai kejang-kejang. Bisa demam faktor pencetusnya, kepanasan, kurang minum. Kemudian anak dengan penyakit jantung bawaan biasanya mudah capek atau lelah lalu disertai dengan sesak. Kemudian batuk-batuk saat berbaring. Sesak dan batuk bisa menjadi gejala awal terjadi gagal jantung.

Mereka juga sulit tinggi dan berkembang. Tubuhnya tetap pendek. Jika gejala ini ditemukan, maka orang tua harus langsung membawa buah hatinya ke dokter.

Heart World Day atau Hari Jantung Sedunia setiap tahunnya diseluruh dunia diperingati pada 29 September, tahun ini dengan tema ‘My Heart, Your Heart’ atau ‘Jantungku, Jantungmu’. Dunia mengajak setiap individu untuk hidup lebih sehat dengan berjanji untuk menyayangi jantungnya. Hari Jantung Sedunia juga merupakan platform terbesar untuk meningkatkan kesadaran tentang penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung dan stroke.

Mengajak berjanji untuk hidup lebih sehat, kampanye mengajak setiap insan untuk berjanji pada diri sendiri untuk lebih aktif berolahraga, say no to smoking, dan makan makanan yang lebih sehat. Semua itu beberapa janji yang dapat dicatat sebagai resolusi pribadi sehingga pada akhirnya meningkatkan angka tingkat kehidupan masyarakat yang lebih sehat.

(ika/JPC)