Pulihkan Fungsi Tubuh, Berapa Lama Pasien Stroke Wajib Fisioterapi?

JawaPos.com – Pasien stroke setelah serangan harus mengikuti serangkaian terapi yaitu fisioterapi. Tujuannya untuk memperbaiki bagian tubuh yang lemah atau tidak berfungsi akibat rusaknya pembuluh darah. Dengan fisioterapi yang rutin dan rajin, masih ada harapan bagi pasien stroke untuk bisa pulih beraktivitas secara mandiri.

Maka dalam tahap rehabilitasi, pasien stroke harus mengikuti fisioterapi. Paling bagus fisioterapi dilaksanakan saat 6 bulan pertama. Jika terbukti stroke dan mengalami kelemahan atau kelumpuhan pada sisi tubuh, maka harus rajin fisioterapi.

“Fisioterapi paling ideal waktunya adalah 6 bulan pertama setelah terkena serangan stroke,” tegas Dokter Spesialis Saraf dari Rumah Sakit Ciptomangunkusumo dr. Mohammad Kurniawan, Sp.S(K) dalam diskusi paparan hasil studi XANAP terkait pasien stroke dan gangguan irama jantung baru-baru ini.

Lalu fisioterapi masih bisa dilanjutkan hingga 1 tahun. Satu tahun pertama melakukan fisioterapi pada pasien, masih ada peluang untuk perbaikan.

“Kalau sampai 1 tahun masih ada peluang perbaikan, makanya harus rajin fisioterapi,” jelas dr. Kurniawan.

Menurutnya, biasanya jika sudah lewat dari 1 tahun dan ada kelemahan atau kecacatan tetapi sudah fisioterapi tak ada perubahan, maka sudah permanen. Sehingga sekalipun mengikuti fisioterapi akan sulit diperbaiki.

“Kalau sudah lebih dari setahun agak sulit. Tapi kalau masih 6 bulan pertama biasanya bisa. Masih masa emas golden period,” ungkap dr. Kurniawan.

Menurutnya setelah satu tahun, pasien boleh-boleh saja jika ingin melanjutkan fisioterapi. Namun peluang penyembuhannya jauh lebih lambat atau kecil.

Kalau sudah 1 tahun masih ada kemungkinan recovery, tapi lebih kecil dibanding 1 tahun pertama. Tapi boleh-boleh saja fisioterapi dilanjutkan,” tegasnya.

(ika/JPC)