Pijat Tradisional yang Aman Untuk Bayi, Bagaimana Caranya?

JawaPos.com – Memanjakan diri dengan pijat tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa. Bayi pun membutuhkan perawatan pijat. Pijat bayi merupakan pijat tradisional asal Jawa yang sudah ada sejak dahulu.

Pijat bayi dilakukan dengan cara khusus yang bermanfaatkan untuk melancarkan peredaran darah, meregangkan otot-otot, dan mengoptimalkan tumbuh kembang bayi agar lebih aktif. Bagian-bagian pemijatan tubuh bayi biasanya menggunakan baby oil di bagian wajah, dada, perut, tangan kaki, dan punggung.

“Yang perlu dihindari yaitu bagian-bagian yang rawan yaitu ubun-ubun dan tulang belakang,” kata Irma Yanthy, terapis di Samiya Salon Tradisional, ketika dihubungi oleh JawaPos.com, Jumat (23/11).

Selain untuk kesehatan, pijat bayi ini juga dapat berguna sebagai terapi jika kondisi kesehatannya sedang tidak baik misal saat flu, batuk atau keseleo. “Jika sedang flu diuap dulu baru dilakukan pemijitan, kalau batuk ada teknik penekukan pada punggung,” kata Linda Yanti, terapis di Samiya Salon Tradisional yang dihubungi oleh JawaPos.com, Jumat (23/11).

Pijatan tradisional ini bisa dilakukan mulai dari usia bayi baru lahir hingga dewasa. Pijat tradisional aman dilakukan secara intens yaitu satu atau dua kali seminggu.

Salah satu tempat yang menawarkan totok tradisional bayi ini yaitu Samiya SalonTradisional Kebayoran Baru Jakarta Selatan dengan harga yang cukup terjangkau yaitu 150 ribu hingga 175 ribu rupiah.

(Inr/JPC)