Perangi HIV AIDS dengan Jauhi Risiko Penularannya

JawaPos.com – Momentum Hari AIDS sedunia setiap 1 Desember semestinya membuat siapa saja sadar untuk menjauhi berbagai faktor risiko penularan penyakit mematikan itu. Dari mulai penggunaan jarum suntik atau narkoba suntik bergantian.

Angka Orang dengan HIV AIDS (ODHA) masih belum bisa ditekan. Dalam data yang dilansir dari www.aidsdatahub.org, Sabtu (1/12), jumlah penderita HIV AIDS di Indonesia hingga tahun 2017 yang mengonsumsi pengobatan Antiretroviral (ARV) adalah sebanyak 630 ribu orang. Sedangkan, kasus baru mencapai 49 ribu kasus. Dan di antara penderitanya, ada ibu hamil sebagai ODHA sebanyak 13 ribu orang.

“Indonesia negara dengan penduduk yang besar dan sangat padat, dengan berbagai macam budaya, agama, dan latar belakang pendidikan. Kecenderungan pertumbuhan jumlah pasien terus meningkat,” kata Pakar Kesehatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Agung Waluyo kepada JawaPos.com, baru-baru ini.

Perangi HIV AIDS dengan Jauhi Risiko PenularannyaData jumlah ODHA di Indonesia dan Asia Pasifik per tahun 2017. (www.aidsdatahub.org)

Dengan memeriksa status HIV AIDS sejak dini maka akan diketahui seberapa persen kadar imunitas bertahan di dalam tubuh setiap orang. Sehingga, dengan segera ODHA diberikan terapi pengobatan ARV.

“Satu hal yang sangat penting yang juga harus dilakukan pemerintah dan pihak terkait untuk mengedukasi masyarakat agar menghindari perilaku berisiko tertular HIV, seperti penggunaan narkotika dan prilaku seks berisiko,” kata Agung.

Data ODHA di Asia dan Asia Pasifik yang menerima terapi pengobatan ARV mencapai 2,7 juta orang hingga tahun 2017. Epidemi HIV semakin berkembang dengan tingginya hubungan seks antara sesama jenis di perkotaan.

Bahayanya lagi, separuh dari orang yang menggunakan narkoba suntik, pekerja seks perempuan, pekerja seks laki-laki, laki-laki gay dan laki-laki lain yang berhubungan seks sesama jenis hingga transgender tidak menyadari status HIV mereka. Oleh karena itu, penting untuk memeriksakan status HIV AIDS apalagi jika mereka adalah kelompok berisiko.

HIV adalah Human Immunodeficiency Virus (HIV), yaitu virus penyebab AIDS. Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, dapat berlangsung bertahun-tahun tanpa gejala. Banyak orang yang tertular HIV namun tidak menyadari dirinya tertular.

AIDS adalah Aqquired Immuno Deficiency Syndrome adalah suatu sekumpulan gejala penyakit yang diperoleh akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh infeksi HIV. AIDS muncul setelah HIV menyerang sistem kekebalan tubuh manusia untuk waktu yang lama.

(ika/JPC)