Tahukah Anda, Metode Makan Sehat Ternyata Dibagi dalam 3 Warna

JawaPos.com – Ayo hidup sehat mulai dengan memilih makanan sehat. Kunci untuk belajar makan sehat adalah mengetahui cara memilih makanan yang paling bergizi untuk dikonsumsi. Caranya bisa dengan mengetahui warna makanan tersebut.

Makanan adalah aspek yang sangat penting dalam menjalani gaya hidup sehat. Seseorang mendapatkan energi dan kekuatan dari apa yang dikonsumsi.

Tidak harus melulu menghitung kalori, memantau kandungan lemak, atau menganalisis setiap detail fakta nutrisi. Tetapi cukup dengan metode ‘Lampu Lalu Lintas Makan’.

makanan sehat, menu makanan sehat, hidup sehat,Sayuran dan buah diibaratkan lampu hijau yang bebas untuk dikonsumsi. (NDTV Food)

Seperti lampu lalu lintas pada umumnya, yakni merah, kuning, dan hijau pada makanan memiliki makna yang hampir sama. Sehingga seseorang bisa mengontrol pola makannya dengan bijaksana seperti dilansir dari YourTango, Minggu (2/12).

Makanan ‘Lampu Hijau’

Makanan hijau adalah makanan sehat. Ini berarti seseorang dapat makan sebanyak yang diinginkan, karena makanan tersebut adalah makanan sehat untuk dimakan. Misalnya buah dan sayuran segar. Makanan hijau rendah kalori dan kaya nutrisi. Dengan kata lain, makanan hijau memgandung nutrisi padat.

Makanan ‘Lampu Kuning’

Makanan jenis ini boleh saja dimakan asal dalam jumlah sedang. Terlalu banyak akan menjadi hal yang tak baik. Lebih banyak mengandung karbohidrat dan protein. Misalnya nasi, gandum utuh, pasta, telur, salmon, kacang, biji-bijian, roti, dan yogurt. Makanan ini memiliki lebih banyak kalori dan gula.

Makanan ‘Lampu Merah’

Makanan jenis ini harus membuat seseorang berpikir dua kali untuk membatasinya dengan ekstra. Sebab makanan tersebut rendah nutrisi, tinggi gula, dan mengandung pemanis buatan. Boleh saja hanya sesekali dan dalam porsi kecil. Misalnya kue, permen, daging berlemak, minuman manis, daging beku, makanan cepat saji dan makanan olahan lainnya. Makanan seperti itu rendah nutrisi dan lebih tinggi kalori, lemak, dan gula. Hindari juga sirup mengandung fruktosa tinggi, minyak terhidrogenasi dan berbagai lemak lainnya.

(ika/JPC)