Awasi Saat Bermain, Anak Usia Batita dan Balita Berbeda Resikonya

JawaPos.com – Orang tua harus cermat dalam melindungi buah hati saat bermain. Tentu setiap usia anak mempunyai risiko masing-masing saat bermain. 

Dokter Spesialis Anak dari RS Pondok Indah Bintaro dr. Caessar Pronocitro, M.Sc, Sp.A dalam talkshow bersama Nippon Paint menjelaskan saat anak bermain di dalam rumah juga harus diperhatikan faktor kepadatan rumah itu sendiri. Misalnya, anak yang bermain di dalam rumah hanya dengan keluarga inti tentu akan berbeda ketika mereka bermain di rumah dengan jumlah kepala keluarga atau anggota keluarga yang banyak.

“Jika anak hanya tinggal bersama keluarga inti seperti orang tuanya, tentu akan beda resikonya jika tinggal campur bersama kakek neneknya, tante omnya, dan sepupu lainnya,” kata dr. Caessar kepada wartawan, Minggu (2/12).

permainan anak,Dokter Spesialis Anak dari RS Pondok Indah Bintaro dr. Caessar Pronocitro, M.Sc, Sp.A menjelaskan syarat rumah sehat bagi anak. (Rieska Virdhani/JawaPos.com)

Maka kebiasaan pola hidup bersih dan sehat dan mengjauhkan anak dari asap rokok harus diperhatikan agar anak tetap sehat di rumah. Anak juga harus diimunisasi untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.

Risiko Anak Usia Batita

Tiap usia anak ada risiko masing-masing saat bermain. Anak usia di bawah 3 tahun berbeda risikonya dengan balita saat bermain.

“Di bawah usia 2 tahun pasti baru belajar merangkak dan berjalan. Risiko jatuh dari permukaan tinggi. Resiko masukkan benda ke dalam mulut. Tersedak atau keracunan. Ambil sesuatu minuman ternyata cairan berbahaya. Tentu orang tua harus lebih mengawasi,” ujar dr. Caessar.

Risiko Usia Balita

Sama saja bahayanya. Seperti memasukkan benda ke mulut. Dan karena sudah bisa berjalan, anak lebih suka eksplorasi mencoret dinding, memanjat pagar dan tangga. Kemudian awasi juga saat anak bermain di tempat tidur.

“Dan orang tua juga jangan terlalu awal perkenalkan gadget pada anak. Itupun maksimal 1 jam setiap pekan. Yang paling benar adalah orang tua harus stimulasi dengan kegiatan agar anak aktif,” jelasnya.

(ika/JPC)