Kenali Kondisi Tubuh Saat Virus HIV AIDS Menyerang Sistem Imun

JawaPos.com – Virus HIV AIDS mematikan dan bisa menyerang siapa saja. Virus HIV akan menyerang sistim kekebalan tubuh manusia. Sehingga pasien yang terinfeksi oleh kuman HIV ini akan mengalami berbagai infeksi oportunistik yang bisa mematikan.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB. bercerita tentang pengalamannya saat menangani pasien yang datang dengan gejala awal. Masih dalam momentum Hari AIDS sedunia. Dirinya diingatkan kembali akan kasus HIV AIDS yang didiagnosis pertama kali.

“Sebagian besar pasien-pasien itu sudah berobat ke dokter lain tapi diagnosis HIV belum terpikirkan oleh dokter-dokter sebelumnya,” katanya kepada JawaPos.com, Senin (3/12).

Umur pasien juga bervariasi ada yang baru berumur 25 tahun bahkan ada yang berumur 65 tahun. Profesinya juga macam-macam, dari mulai penjaja seks sampai ibu rumah tangga. Jadi boleh dibilang bahwa HIV, dapat diderita oleh siapa saja dan dari semua kalangan.

“Sebagian besar pasien datang dengan diare kronis, diare yang sudah berlangsung lebih dari 2 minggu,” jelas dr. Ari.

Sebagian besar pasien datang dengan berat badan turun. Faktor risiko menjadi tidak jelas ketika pasien bukan pengguna narkoba jarum suntik, bukan pelaku seks bebas baik dengan lawan jenis maupun sejenis.

Gejala-gejala pertama yang muncul bisa macam-macam. Ada juga pasien yang terdiagnosis setelah tindakan endoskopi ditemukan jamur pada kerongkongannya (esofagus). Lidah yang putih akibat jamur disertai berat badan turun juga perlu diduga disebabkan oleh virus HIV.

TBC paru pada pasien dengan risiko tinggi menderita HIV AIDS harus dievaluasi kemungkinan terinfeksi HIV. Kadang kala terjadi gangguan kulit pasien yang terjadi terutama pada tangan pasien bisa menjadi gejala awal HIV AIDS. Bahkan ada pasien yang datang sudah kejang-kejang akibat virus HIV sudah mengenai otaknya.

Tanggal 1 Desember 2018 di peringati sebagai hari AIDS sedunia. Penetapan tanggal ini telah berumur 30 tahun. Saat ini data di Indonesia menyebutkan bahwa penderita HIV AIDS mencapai hampir 650 ribu penduduk. Jakarta masih dilaporkan terbanyak jumlah HIV di Indonesia.

“Menjadi pekerjaan rumah bagu kita semua mengingat Jakarta sebagai ibu kota negara semestinya kesadaran masyarakat sudah tinggi agar terhindar dari penyakit HIV AIDS, penyakit virus yang bisa dicegah penularannya,” tegasnya.

(ika/JPC)