Kepindahannya Dianggap Ilegal, Nakami Terancam Gagal Tampil di PON

JawaPos.com – Perpindan Nakami Vidi Makarim dari NTB ke Papua ternyata berbuntut panjang. Pihak Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB menilai kepindahan kroser muda potensial itu adalah sebuah tindakan ilegal. Karena IMI NTB hingga saat ini belum memberikan surat izin atau rekomendasi.

Kasus pindahnya kroser NTB Nakami Vidi Makarim ke Papua jadi pembicaraan serius pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI NTB. Menurut Sekretaris Pengprov IMI NTB, Agus Panca P, kepindahan Nakami ke Papua tidak sah. Tidak sesuai dengan prosedur mutasi atlet.

”Tetap kami katakan tidak sah,” kata Agus kepada Lombok Post (Jawa Pos Group), Senin (21/1).

Berdasarkan aturan, atlet yang ingin pindah harus mengajukan diri terlebih dahulu kepada Pengprov cabor. Atlet dapat pindah apabila sudah mengantongi rekomendasi dari cabor. ”Cabor sama sekali tidak pernah berikan rekomendasi,” tegasnya.

Agus mengaku kalau perwakilan Nakami pernah bersurat ke IMI NTB. Namun, itu merupakan surat pemberitahuan. ”Kami kan kaget, tiba-tiba ada surat pemberitahuan tanpa pernah IMI mengeluarkan rekomendasi,” bantahnya. ”Semua persoalan Nakami sudah kami serahkan ke KONI.” 

Sementara itu Pengprov tetap akan melakukan mediasi. Guna mencari jalan keluar terkait persoalan tersebut. ”Kita ingin yang terbaik untuk Nakami,” kata dia.

IMI NTB tidak ingin mengorbankan karir Nakami. Karena, dia pembalap muda penuh talenta. ”Jalannya masih panjang. Kita harus dukung terus Nakami untuk menggapai prestasi,” ujarnya.

Ketua KONI NTB H Andy Hadianto mengatakan, KONI tetap tidak akan mengeluarkan rekomendasi perpindahan atlet. Nakami adalah atlet potensial yang memiliki peluang menyumbangkan medali untuk NTB. ”Kami tidak akan pernah mengizinkan atlet kami pindah,” tegas Andy.

Jika Nakami tetap turun membela Papua di PON 2020 mendatang, KONI NTB akan melayangkan protes. “Efeknya bisa saja nanti Nakami tidak bisa turun di PON,” ungkapnya. 

Editor           : Agus Dwi W
Reporter      : jpg