Lepas Dari Tsunami Setelah Memanjatkan Doa untuk Anak

JawaPos.com – Keluarga dapat menjadi motivasi bertahan hidup yang sangat besar, bahkan dalam keadaan yang sepertinya nyaris tidak ada harapan. Hal inilah yang dialami pegawai Kemenpora Sri Hartini saat dihantam tsunami akhir pekan lalu.

Hampir kehilangan nyawanya saat digulung tsunami bersama 49 orang lainnya, Sri mengaku bisa bertahan hidup karena memikirkan kedua anaknya. Hal ini yang membuat Sri tetap berjuang bertahan hidup meski kala itu air sudah menyeretnya ke laut.

“Waktu itu saya ingat kedua anak saya. Soalnya mereka sudah tidak punya ayah. Jika saya meninggal, bagaimana nasib mereka,” ucap Sri saat ditemui JawaPos.com di Rumah Sakit Olahraga Nasional, Cibubur beberapa waktu lalu.

Tak berdaya melawan kuatnya arus air laut, Sri mengaku sempat memanjatkan doa kepada Sang Maha Kuasa.

“Saya cuma berdoa, ya Allah selamatkan saya, kasihan kedua anak saya nanti. Saya juga teringat almarhum ibu. Ketika itu saya bilang minta ibu tolong saya,” sambungnya.

Segala harapan dan perjuangan Sri membuahkan hasil. Tubuhnya berhasil keluar dari seretan ombak. “Setelah doa, tiba-tiba badan saya miring. Jadi nggak ketarik lurus ke arah laut. Lalu saya pegangan (pasir, Red) sambil bilang Allahu Akbar. Saya terus berpegangan ketika itu supaya tidak terseret lagi,” tuturnya.

Beruntung Sri dapat mempertahankan cengkramannya hingga ombak surut. Dengan kondisi lemas dan rasa sakit di dadanya, dia berusaha bangkit. Nyawa Sri pun akhirnya tertolong dan berhasil dievakuasi ke Jakarta untuk pertolongan lebih lanjut.

Editor      : Banu Adikara
Reporter : (mat/JPC)