Pegawai Kemenpora Mulai Teridentifikasi, 3 Tewas 1 Belum Ditemukan

JawaPos.com – Sebanyak 50 orang dari unit Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kesehatan Olahraga Nasional (PPITKON) Kemenpora ikut menjadi korban dari musibah tsunami di kawasan pantai Tanjung Lesung, Banten, Sabtu (22/12) lalu. Beberapa di antara mereka berhasil selamat. Namun tiga orang dipastikan meninggal dunia.

Hal ini dikatakan Sekretaris Menpora, Gatot Dewa Broto, Senin (24/12). Berdasarkan data tim evakuasi, tiga jenazah yang ditemukan berasal dari anggota rombongan Kemenpora. Sementara satu nama lain belum ditemukan.

“Kami sudah diminta koordinasi dengan Forum Sesmen atau Sekjen, dan ternyata sejauh ini korban yang meninggal dan luka-luka paling tinggi memang dari Kemempora,” ungkapnya.

Tsunami anyer, tsunami tanjung lesung, korban tsunamiInfografis korban tsunami Selat Sunda (Kokoh Praba Wardani/JawaPos.com)

Dari tiga korban jiwa, dua di antaranya berprofesi sebagai masseur dengan nama Beti dan Titi. Satu lainnya bernama Odin yang merupakan anak Praktek Kerja Lapangan (PKL).

Satu nama yang masih dalam pencarian yakni Helena yang juga bertugas sebagai masseur di Kemenpora. Sejauh ini Gatot masih menunggu informasi lanjutan dari tim evakuasi.

“Yang belum diketemukan adalah Bu Helena yang terus ditanyakan oleh keluarganya di Serang,” ucap Gatot.

Seperti diketahui, kejadian ini bermula ketika 50 orang rombongan unit PPITKON sedang mengikuti kegiatan pelatihan SDM di Tanjung Lesung. Saat memasuki sesi gathering, tiba-tiba mereka semua dikejutkan dengan datangnya ombak besar.

Editor      : Bagusthira Evan Pratama
Reporter : (isa/JPC)