Terperangah Anak Buahnya Diciduk KPK, Menpora Telusuri Pangkal Masalah

JawaPos.com – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi masih terkejut dengan penangkapan lima pegawai Kemenpora dan empat pegawai Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (18/12) malam kemarin. Imam berniat menelusuri permasalahan yang menjerat para anak buahnya itu.

“Jadi nanti mau saya telusuri lagi. Mulai yang menerima proposal, memverifikasi, sampai juga yang mencairkan. Sampai saat ini saya belum tau apa dan di mana masalahnya,” kata Imam di kantor Kemenpora, Rabu (19/12).

Imam menuturkan, hal ini akan ia lakukan sembari menunggu keputusan dari KPK soal status Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Mulyana dan kedelapan orang lainnya tersebut.

Untuk diketahui, selain Mulyana, empat pegawai Kemenpora yang ikut diciduk KPK adalah seorang Pejabat Pembuat Keputusan (PPK), bendahara, dua orang yang belum diketahui posisi dan jabatannya, serta empat orang dari KONI.

“Kami akan menunggu pengumuman resmi KPK dulu. Kami juga akan segera mengangkat pejabat yang akan mengisi posisi yang akan ditinggalkan (Deputi IV, Red). Ini harus dilakukan karena kami harus mempersiapkan SEA Games 2019 dan Olimpiade Tokyo 2020,” kata Imam lagi.

Seperti diketahui, KPK menciduk sembilan orang dari Kemenpora pada Selasa malam pukul 20.00 kemarin. Dari operasi tersebut, KPK menemukan barang bukti uang yang diduga akan digunakan untuk suap sebesar Rp 300 juta dan sebuah ATM yang juga berisi uang sekitar Rp 100 juta. Kasus ini diduga terkait dengan pencairan dana hibah dari Kemenpora ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Editor      : Banu Adikara
Reporter : (isa/JPC)